Budidaya tanaman hias (anggrek)
Budidaya tanaman hias (anggrek)
- 1. Anggrek termasuk dalam suku anggrek-anggrekan atau famili “Orchidaceae” yang dalam
bahasa yunani, kata “orchid” berasal dari orchis yang berarti testicle atau buah zakar.
Zaman dahulu anggrek identik dengan pria, baik warna, bentuk bahkan strukturnya. Anggrek
juga melambangkan kesuburan dan kejantanan. Dahulu muncul anggapan jika mengkonsumsi
anggrek muda, maka seseorang bisa memiliki anak laki-laki, dan jika mengkonsumsi anggrek
tua akan melahirkan anak perempuan, tetapi dalam mitos ini tidak disebutkan arti konsumsi ini
dimakan sebagai bahan makanan atau hanya dinikmati keindahan bunganya saja.
Anggrek termasuk keluarga besar dari kelompok (subdivisi) tanaman berbunga atau berbiji
tertutup (angiospermae), kelas tanaman berbiji tunggal (monocotyledone), ordo orchidaceae
(anggrek anggrekan). Tanaman anggrek dapat tumbuh di dataran rendah, gurun kering, hutan
rimba yang panas sampai dengan dataran tinggi, termasuk puncak gunung yang bersalju.
Paling banyak spesies anggrek berasal dari daerah tropis karena disebabkan oleh agroklimat di
daerah tropis itu sendiri sangat cocok untuk pertumbuhan anggrek (Ayub, 2005).
- 2. • Memiliki tiga sepal (daun kelopak bunga). Salah satunya yang terletak pada bagian
belakang (punggung) yang menghadap keatas dinamakan sepal dorsal.
• Memiliki tiga petal (daun mahkota bunga) yang letaknya selang-seling dengan daun kelopak
bunga. Salah satu dari petal yang terletak di bawah berbentuk seperti lidah yang disebut
labellum (bibir bunga), membuat bunga simetris antara kiri dan kanan.
• Putik dan benang sari (bagian jantan dan betina) yang bergabung bersama pada bagian
yang disebut column.
• Tepung sari yang biasanya berkumpul bersama pada bagian yang disebut pollinia. Buahnya
memiliki biji yang sangat kecil dan banyak.
• Tangkai bunga dapat berkelak-kelok saat pertumbuhannya, tergantung pada arah sumber
cahaya.
- 3. Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain:
Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang
Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera
anggrek larat (Dendrobium phalaenopis), anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple
Blossom, anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek
Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah.
Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:
• Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak
merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya,
sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.
• Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak
merusak yang ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk
mencari makanan untuk berkembang.
• Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar